Motivasi

Gajiku Kekecilan

Dialog 1 :

“Mas, gajiku kekecilan neh!” kata A

“Kok bisa, emang brapa gajimu sekarang?” Kata B

“5 juta mas.”kata A

“Wah lumayan gede tuh”kata B

“Sekarang buat kebutuhan hidup udah gak cukup lagi..apa apa mahal” kata A

Dialog 2 :

“Wah, gajiku kecil banget neh!”Kata C

“Gaji 10 juta kok dibilang kecil”Kata D

“Yaiyalah, mobilku udah lebih dari 10 tahun gak ganti ganti neh.”Kata C

“Gubrak>&^%&^%*!!” Kata D

Sahabat komunikatif, kedua dialog diatas rasanya sudah tidak asing lagi buat kita. Bahkan bisa jadi salah satu diantara kita ada yang merasa dialog diatas …”gue banget”. Sebagian orang bahkan kebanyakan orang akan merasa bahwa gajinya sekarang kekecilan. Ya iyalah, siapa coba orang di dunia ini ada yang merasa gajinya kegedean. So, semua orang nasibnya sama kan..hehe.

Jadi sekarang kita sepakat kalo semua orang akan cenderung merasa gajinya kekecilan daripada kegedean. Masalahnya sekarang bagaimana caranya supaya gaji naik.

Sebelum kita bahas cara naikin gaji, perhatikan kembali dialog diatas. Jelas bahwa si “A” dalam dialog 1 diatas, mempersepsikan gajinya kecil saat dibandingkan dengan kebutuhan hidup, sedangkan si “C” dalam dialog 2, mempersepsikan gajinya kecil saat dibandingkan dengan keinginan  hidup. Betul ? Nah, apakah ukuran besar kecilnya gaji parameternya adalah kebutuhan ? (*yang setuju ngacung!!!).

Sahabat komunikatif, jika kita menggunakan ukuran kebutuhan dan keinginan hidup sebagai tolak ukur besar kecilnya gaji, maka berapapun besarnya gaji anda tidak akan pernah membuat anda merasa cukup. Bahkan semakin besar gaji, akan mendorong kebutuhan hidup yang semakin besar pula.

Lalu apa yang harus dijadikan acuan ?

Jawabannya adalah KONTRIBUSI.

KONTRIBUSI itu apa sih ?

Kontribusi adalah besarnya usaha atau upaya yang anda lakukan yang memberikan nilai tambah dan dapat berdampak langsung secara positif kepada si pemberi gaji anda.

Jika anda seorang karyawan, maka gaji (harga anda) akan diukur dari besarnya kontribusi anda terhadap perusahaan, bukan kompetensi atau kebutuhan hidup anda. Maka berapapun besarnya biaya kehidupan yang harus anda tanggung, perusahaan gak mau tahu. Perusahaan hanya akan memberi gaji sesuai kontribusi yang anda berikan.

Jika anda seorang pengusaha, maka besarnya omzet (laba) akan diukur dari besarnya pelayanan dan kepuasan customer anda. Maka berapapun besarnya biaya operasional anda, customer tidak mau tahu. Mereka hanya akan membeli jasa atau barang anda yang memberikan nilai tambah bagi mereka secara positif.

So, jika anda seorang karyawan, mulailah mengambil sebagian tugas atasan anda secara sukarela dan berhentilah mengeluh atas pekerjaan anda. Semakin banyak tugas atasan yang anda lakukan, semakin perusahaan melihat gaji anda terlalu kecil untuk kontribusi yang sudah anda lakukan.

Jika anda seorang pengusaha, mulailah fokus kepada peningkatan pelayanan anda dan berhentilah fokus kepada margin yang besar. Maka customer akan merasa bahwa harga yang anda tawarkan kekecilan untuk pelayanan yang berkualitas yang anda berikan.

Kesimpulannya, jika kita ingin gaji atau penghasilan kita naik, maka pantaskanlah diri kita untuk memberikan kontribusi yang lebih besar, dan lihat lah apa yang bisa Tuhan lakukan untuk anda.

Anda ingin mendapat artikel motivasi ? Kunjungi www.andradonatta.com

Salam Komunikatif,

Andra Donatta

Tentang Penulis

Andra Donatta

Andra Donatta

Andra Donatta adalah seorang trainer profesional di bidang komunikasi dan pengembangan diri. Selain itu, Andra juga merupakan seorang penulis, entrepreneur, dan juga motivator. Andra saat ini berkarir sebagai trainer internal di KUBIK Training dan juga merupakan pembina di Young Trainer Academy.

Tinggalkan Komentar