Motivasi

Inilah perbedaan antara HARAPAN, OPTIMIS dan ANGAN ANGAN

Inilah perbedaan antara HARAPAN, OPTIMIS dan ANGAN ANGAN
By : Andra Donatta

inilah perbedaan antara harapan, optimis dan angan angan

Kata harapan, optimis dan angan angan adalah kata yang seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari hari. Namun ketiga kata ini memiliki perbedaan arti yang cukup signifikan. Dengan mengetahui perbedaannya, kita dapat mengetahu apakah selama ini kita sedang menumbuhkan harapan, rasa optimis atau angan angan. Mari kita mulai..

Menurut Shane J Lopez didalam bukunya “Making Hope Happen” , harapan adalah sebuah keyakinan akan masa depan yang lebih baik dan disaat yang bersamaan muncul keberdayaan untuk mewujudkan hal tersebut. Jika dilihat dari pengertian harapan diatas, ada dua unsur yang sangat penting yaitu bagaimana kita melihat masa depan dan bagaimana kita merasa berdaya. Inilah yang membedakan antara Harapan , optimis dan angan angan dilihat dari kedua unsur diatas.

Optimis, memiliki unsur yang pertama, yaitu memiliki keyakinan yang tinggi terhadap hal hal yang akan terjadi di masa depan, namun kita tidak memiliki daya kuasa untuk mewujudkan hal tersebut. Sebagai contoh, kita optimis bahwa team Manchaster United akan menjadi juara di pertandingan sepak bola musim ini. Dalam hal ini kita bias memiliki keyakinan terhadap sesuatu yang belum terjadi, namun kita tidak memiliki kuasa atau kendali untuk mewujudkan hal tersebut dikarenakan kita bukanlah pemain yang akan bermain di rumput hijau yang sebenarnya.

Angan angan, justru tidak memiliki kedua unsur diatas. Angan angan adalah sebuah keinginan akan sesuatu yang terjadi di masa depan, yang keinginan tersebut tidak didasari oleh keyakinan yang kuat bahwa hal tersebut akan terjadi, disaat yang bersamaan juga tidak ada kuasa atau kendali didalam mewujudkan hal tersebut. Misal, kita berangan angan memiliki rumah mewah di daerah elite dengan mobil sport didalamnya. Jika keinginan tersebut kita sendiri tidak yakin bahwa hal tersebut bias diwujudkan dan tidak merasa memiliki kuasa atau kendali untuk mewujudkannya, maka itulah yang disebut angan angan.

Ketiga hal diatas, baik harapan, optimis dan angan angan memiliki satu kesamaan, yaitu adanya keinginan. Perbedaannya terletak pada keyakinan bahwa keyakinan itu bias diwujudkan atau tidak, dan keyakinan bahwa saya bias meuwjudkannya atau tidak.

Perbedaan kedua, harapan akan memberikan energi bagi seseorang untuk bertindak lebih baik dibandingkan dengan optimis dan angan angan. Di dalam harapan muncul sebuah rencana, muncul gambaran akan hal hal yang sebaiknya dilalui, bahkan muncul hambatan hambatan yang perlu diselesaikan. Gambaran tersebut begitu jelas sehingga seseorang tahu persis langkah langkah yang akan dilakukannya untuk segera mewujudkan harapan tersebut.

Maka jika saat ini anda memiliki sebuah keinginan yang mungkin saja belum terwujud, sebelum anda bertanya Tanya mengapa hal tersebut belum tercapai, coba cek terlebih dahulu apakah keinginan tersebut termasuk harapan, optmis atau sekedar angan angan belaka.

Di artikel saya yang berikutnya, saya akan share kepada anda mengapa memiliki harapan sangatlah penting dalam mendongkrak sebuah motivasi diri. Semoga setiap kita selalu ada harapan dalam diri karena itulah satu satunya alasan mengapa kita masih berjuang dalam kehidupan ini.

Jika anda menyukai artikel ini, silahkan share dan semoga artikel ini bisa memberi manfaat dan meningkatkan harapan semua orang.

Andra Donatta
Personal Development Coach
Trainer Internal Kubik Training
Mentor TEMPA (Trainers Mentoring Program)

Silahkan kunjungi website saya untuk mendapatkan artikel, video dan audio lain di :
www.andradonatta.com

Silahkan follow social media saya di :
Youtube : AndraDonattaHope
Instagram : andradonatta
Twitter : @andradonatta
Fb fan page : Andra Donatta

Tentang Penulis

Andra Donatta

Andra Donatta

Andra Donatta adalah seorang trainer profesional di bidang komunikasi dan pengembangan diri. Selain itu, Andra juga merupakan seorang penulis, entrepreneur, dan juga motivator. Andra saat ini berkarir sebagai trainer internal di KUBIK Training dan juga merupakan pembina di Young Trainer Academy.

Tinggalkan Komentar