Motivasi

Tiga ciri awal seseorang berpotensi putus asa

TIGA CIRI AWAL SESEORANG BERPOTENSI PUTUS ASA

By Andra Donatta

_____________________________________________

Putus asa adalah sebuah kondisi dimana seseorang “merasa” tidak memiliki kendali, kuasa atau keberdayaan atas masalah yang dihadapinya. 

Saya memberikan tanda kutip pada kata “merasa” yang artinya ini adalah sebuah kondisi pikiran dan perasaan yang justru dikendalikan oleh yang bersangkutan. Namun seringkali pikiran dan perasaannya membajak dirinya sehingga merasa tidak berdaya pada masalah tersebut. Dan inilah awal dari munculnya putus asa. 

Ada tiga ciri sederhana untuk mengetahui apakah kita punya potensi untuk mudah berputus asa atau tidak. Dengan mengetahui ciri ini, harapannya kita bisa memiliki kesadaran baru yang lebih memberdayakan.  

Ciri #1

Mudah MENYERAH

Orang dengan ciri ini biasanya sudah mengetahui bahwa untuk mencapai tujuannya akan selalu ada masalah atau tantangan yang menghadang. Orang tipe ini sudah mulai mencoba untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Namun ketika solusi tak kunjung datang, ia cepat sekali memutuskan untuk mundur dan mengatakan hal itu tak akan berhasil. Kelemahannya terletak pada “ketahanan” nya dalam menghadapi masalah. 

Ciri #2 

Mudah MENUNDA

Orang dengan tipe ini sudah tahu akan tujuannya dan sudah melihat ada masalah yang akan dihadapinya. Namun ia memilih untuk menunda karena enggan berhadapan dengan masalah atau tantangan tersebut. Rasa “sulit” nya masalah sudah dibayangkan dulu bahkan sebelum ia mencobanya. Kelemahan orang tipe ini terletak pada “keberanian”nya untuk menantang pikirannya sendiri. 

Ciri #3

Hidup MENGALIR

Orang dengan tipe ini justru yang lebih perlu berhati hati. Sekilas orang tipe ini tidak memiliki masalah apapun dan terlihat santai dalam menjalani kehidupan. Namun sebenarnya yang terjadi adalah, orang tipe ini tidak memiliki tujuan yang jelas sehingga masalahnya pun tidak kelihatan karna tidak jelas tujuannya. Sebagai contoh analogi yang gampanh, saat orang sudah memutuskan ingin ke pergi ke kota A, maka disitulah masalah baru muncul. Mulai dari menggunakan transportasi apa, budgetnya bagaimana, waktunya ada atau tidak, dll. Orang dengan tipe ini lemah pada “purpose/meaning” sehingga hidupnya bukan dikendalikan oleh dirinya sendiri, namun orang lain. 

Nah, ketiga ciri ini seringkali hadir di beberapa momen dalam hidup kita. Mudah mudahan tidak di semua momen. Hal tersebut wajar saja, karna pada dasarnya manusia selalu ingin menghindari ketidaknyamanan dan berusaha mencari kenyamanan. 

Namun, jika hal tersebut terus terusan kita lakukan, bahkan menjadi sebuah respon alami saat dihadapkan pada masalah, artinya hal tersebut sudah menjadi kebiasaan. Dan itulah potensi awal dari sebuah keputusasaan. Jika dibiarkan, putus asa akan meredupkan motivasi seseorang untuk action. 

Di artikel lain, saya akan jelaskan bagaimana kita bisa menyadari dan menghindari tiga ciri ini agar tidak menjadi sebuah kebiasaan. 

Jika anda menyukai artikel ini, silahkan share dan semoga artikel ini bisa memberi manfaat dan meningkatkan harapan semua orang.

Andra Donatta

Personal Development Coach

Trainer Internal Kubik Training

Mentor TEMPA (Trainers Mentoring Program)

Silahkan kunjungi website saya untuk mendapatkan artikel, video dan audio lain di :

www.andradonatta.com

Silahkan follow social media saya di :

Youtube  : AndraDonattaHope

Instagram : andradonatta

Twitter : @andradonatta

Fb fan page : Andra Donatta



Tentang Penulis

Andra Donatta

Andra Donatta

Andra Donatta adalah seorang trainer profesional di bidang komunikasi dan pengembangan diri. Selain itu, Andra juga merupakan seorang penulis, entrepreneur, dan juga motivator. Andra saat ini berkarir sebagai trainer internal di KUBIK Training dan juga merupakan pembina di Young Trainer Academy.

Tinggalkan Komentar